Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 25-07-2025 Asal: Lokasi
1, Inspeksi rutin:
Lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap belenggu secara rutin, dengan siklus pemeriksaan ditentukan oleh frekuensi penggunaan dan lingkungan kerja. Umumnya, belenggu yang sering digunakan harus diperiksa setidaknya seminggu sekali, dan belenggu yang digunakan di lingkungan yang keras harus diperiksa lebih sering. Selain inspeksi visual, metode pengujian non-destruktif seperti inspeksi partikel magnetik juga dapat digunakan untuk memeriksa cacat seperti retakan di dalam belenggu. Ukur keausan diameter poros, dan bila tingkat keausan lebih besar dari 2% (standar Amerika) atau 3% (standar nasional), maka harus dibuang secara paksa.
2、Pembersihan dan pemeliharaan:
Setiap kali selesai digunakan, segera bersihkan noda minyak, debu, lumpur, dan kotoran lainnya pada permukaan belenggu agar tetap bersih. Mengoleskan oli pelumas secara teratur, terutama pada area kontak antara poros pin dan badan gesper, dapat mengurangi keausan, mencegah karat, dan menjaga kelenturan bagian yang bergerak. Untuk belenggu yang digunakan di lingkungan lembab seperti transportasi laut, perawatan anti korosi harus dilakukan setiap bulan, seperti penyemprotan cat anti karat berbahan dasar seng (ketebalan film kering ≥ 80 μm).
3, pemeliharaan profesional:
Jika ditemukan kerusakan atau malfungsi pada belenggu, seperti retak, deformasi parah, kerusakan ulir, dll., perbaikan sendiri sangat dilarang dan harus segera diserahkan kepada pabrikan atau personel pemeliharaan profesional untuk diperiksa dan diperbaiki. Belenggu yang diperbaiki perlu menjalani pengujian ketat untuk memastikan kinerjanya memenuhi persyaratan penyimpanan yang tepat. Setelah digunakan, belenggu harus disimpan di tempat yang kering dan berventilasi, hindari sinar matahari langsung dan lingkungan lembab. Gantung atau letakkan belenggu pada rak khusus untuk mencegah kerusakan akibat gaya luar seperti kompresi dan benturan. Pada saat yang sama, belenggu dengan spesifikasi dan tipe berbeda harus diklasifikasikan dan disimpan, serta diberi label untuk memudahkan akses dan pengelolaan.